KETIK REG RAMAL
Ketik REG Ramal, Ketik REG JODOH, Ketik REG Nama, Ketik REG Weton, benar-benar susah menjadi mukmin dijaman akhir ini, harus bisa membedakan benar-benar mana yang hak dan mana yang batil.
Kebatilan tiap hari mengepung kita, saat menonton TV atau membaca koran betapa banyak kita lihat jenis iklan menyesatkan tentang kesyirikan tersebut bermunculan.
Yang sangat menjadi perhatian saya, adalah semoga generasi penerus kita dan juga sebagian saudara-saudara muslimin kita tidak terpengaruh oleh iklan dari setan tersebut.
Rosullulloh dengan tegas melarang kita unutk mendatangi dukun peramal dan mengundi nasib sebagainya, iklan-iklan sms maupun paranormal dimedia masa tersebut jelas-jelas adalah bagian dari keduanya.
Bisikan setan sangat halus, meskipun kita tidak percaya atau niat unutk sekedar iseng membaca ramalan tersebut, diam-diam setan memasukan yang namanya syak wasangka (was-was) bisa dalam bentuk “jangan-jangan, oh gitu ya, kok aku filling gak enak ya, wah bener nih hari ini aku dapat rejeki, dsb” bahkan hanya dalam isyarat hati yang gelisah pertanda was-was dari setan sudah merasuki hati anda.
Was-was ini bila kemudian anda teruskan dengan sangkaan, wah mungkin benar ya apa kata “REG” tersebut, maka secara terang-terangan meski tanpa anda akui anda telah menyekutukan Allah dengan para pemberi “REG” tersebut. Hati-hatilah saudaraku.
“Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati”.(QS. Luqman : 34)
Firman Allah sangat jelas kita semua tidak mengetahui dengan pasti apa yang akan kita lakukan esok hari, jangankan esok hari sebuah “planning” yang sudah kita rencanakan dengan matang kemarin malam untuk kita lakukan satu jam kemudian, kita belum tentu tahu apakah planing tersebut Allah ijabahi atau tidak.
Apalagi soal mujur atau sialnya hari kita semua hanya bonekanya Allah yang Allah gerakan dalam lautan ujian dan cobaan, bukankah Rosul saw berpesan untuk selalu berbaik sangka pada Allah, karena Allah selalu mengawasi hati hamba-Nya, bahkan bukan hati saja termasuk adalah kretek keinginan si jiwa/ nafsa (empunya hati), Allah meliputi kita.
Dan bila lebih jauh lagi kesesatan tersebut apabila kita berbicara mengenai meramal umur seseorang,
“…….. Maka, apabila telah tiba waktu yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya”.(QS. An-Nahl : 61)
Setiap jiwa akan merasakan maut, karena itulah kita dinamakan fana / hancur / tak abadi, sebab memang jasad ini akan mengalami kehancuran, seperti tanah dibukit jasad inipun dalam rentang usia mengalami erosi, saat jasad ini sudah mencapai masa puncaknya tak dapat lagi menjadi rumah bagi jiwa untuk hidup didunia maka dengan kehendak-Nya, Allah mengirim maut untuk menjemput jiwa dan titipan suci-Nya (RUH).
Inilah saat dinamakan wa innailaihi rojiun – dan kepada Allah lah kami akan kembali, namun sangat berbeda dengan nafsa, sejak awal setelah penciptaan nabi Adam as. nafsa kemudian Allah ciptakan dan tetapkan menjadi anak-keturunan nabi Adam as.
Dari alam malakut, nafsa berpindah ke alam dunia, kemudian ia akan pindah ke alam kubur, dan kemudia ia akan pindah ke akhirat (negeri kekekalan), dan ia (nafsa) seoalah-olah Baqo’ bi Allah.
Menyakini vonis seorang dokter bahwa ia dinyatakan kritis menderita penyakit ini dan harapan hidup sudah menipis tinggal menghitung bulan saja adalah salah satu bentuk kesyirikan.
Seorang dokter bukan Tuhan yang menciptakan manusia, ia hanya mengira-kira, menerka dengan pikirannya suatu kepastian yang ia sendiri tidak tahu pasti. Seorang Dokter yang mukmin tidak akan pernah memberikan negatif sentence kepada pasiennya. Ia akan senantiasa merujuk kembali pada ayat-ayat Allah untuk membesarkan semangat hidup pasien dan menyerahkan perkara hidup mati kembali hanya pada Allah.

DISKUSI KITA