Titanic
Pernah lihat film “Titanic” khan? Atau paling tidak pernah dengar cerita tentang kapal ini?
Titanic dalam sejaranya dibuat oleh manusia pada saat itu sebagai kapal pesiar terbesar dan termewah. Dalam klaimnya bahwa Titanic adalah yang terkuat dan terbesar dan tidak akan mungkin bisa tenggelam, namun pada kenyataannya “fakta” berbicara lain. Pada hari pertama pelayaran perdananya Titanic menabrak Gunung Es dasar laut dan akhirnya tenggelam.
Marilah sejenak kita perhatikan firman Allah swt sebagai berikut;
Allah-lah yang menundukkan lautan untukmu supaya kapal-kapal dapat berlayar padanya dengan seizin-Nya dan supaya kamu dapat mencari karunia -Nya dan mudah-mudahan kamu bersyukur.
(Al Jatsiyah ayat 12)
Tidakkah kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, supaya diperlihatkan-Nya kepadamu sebahagian dari tanda-tanda (kekuasaan)-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur. (Luqman ayat 31)
Tuhan-mu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu. (Al Israa ayat 66)
nampaknya Insiyur pembuat Titanic belum tahu akan ayat ini, ya iya wajar juga sih khan mereka bukan kaum muslimin. Namun bagi kita saat ini pelajaran apakah yang bisa kita ambil dari musibah Titanic?
Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
(Al Qomar ayat 15)
seperti yang pernah saya uraikan sebelumnya bahwa kita bisa membuat perumpamaan sebagai berikut;
Kapal itu laksana kita (manusia) sebagai mahkluk sekaligus hamba Allah. Sedangkan Lautan itu seperti kehidupan ini yang tengah kita jalani saat ini.
Hanya atas berkat Rahmad Allah swt sajalah kita ini mampu untuk berlayar dilautan kehidupan yang begitu dasyat penuh ketidak pastian kapan ombak musibah akan menyergap layar kita.
Sungguh bila Allah swt tidak memberikan rahmad-Nya pada kita maka kita akan tenggelam dalam keterputus asa’an dalam kehidupan di dunia ini.
Titanic berlayar dilautan atas dasar kesombongan, danmeremahkan Allah bahwa kapal yang mereka buat tidak akan bisa tenggelam, namun Allah berkehendak lain.
manusia bila menjalani kehidupan ini dengan dasar kesombongan maka nasib mereka kurang lebih akan sama seperti cerita Titanic diatas, Tuhan akan mengirim pada mereka yang sombong, yang meremehkan orang lain, yang merasa lebih dan bisa menyelesaikan urusan mereka sendiri dengan kekuatan mereka sendiri maka Allah akan membinasakan mereka dalam pengaturan diri mereka sendiri.
Karena itu ambilah pelajaran wahai jiwaku dari cerita titanic diatas.
Semoga Allah swt menjauhakan kita dari sifat iblis tersebut.

DISKUSI KITA