Mencari Ilmu Khusu’
Mencari Ilmu Khusu’
Khusu’ adalah ruh dari shalat, seperi ikhlas menjadi ruh dalam setiap amal perbuatan (terutama puasa). Shalat yang benar dan diterima oleh Allah swt akan (shalat yang mi’roj) menghasilkan amal ibadah dikeseharian yang penuh kebersahajaan dan mampu mencegah dirinya dan manusia lainnya dari mengerjakan perbuatan keji dan mungkar.
Tapi kenapa kita manusia sudah mengamalkan shalat tetap saja hati kita serasa gundah gulana, dan perbuatan keseharian kita tidak mampu menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mugkar, padahal saya sudah mencoba berbagai macam metode untuk mendapatkan shalat yang khusu’ itu, bagaimana ini?
Bukan shalat-nya yang salah, dan mungkin juga bukan metodenya yang salah, tapi mungkin kita-lah yang tidak benar, baiklah bagaimana kalau mendapatkan ilmu khusu’ ini kita balik metodenya, berdasarkan sabda Rosul saw berikut ini:
“Tiada semua orang yang shalat dapat dikatakan shalat. Aku hanya menerima shalat dari orang yang merendahkan diri karena keagungan-Ku, serta menahan hawa nafsunya dari perbuatan-perbuatan haram dan tidak terus menerus melakukan maksiat, disamping itu ia juga memberi perlindungan dan naungan kepada musafir kelana. Ia berbuat itu semua adalah untuk – Ku, maka demi kemuliaan dan kebesaran-Ku bahwa wajahnya lebih bercahaya di sisi-Ku dari cahaya matahari. Aku memberinya ilmu mengantikan kebodohannya dan cahaya menggantikan kegelapannya. Aku mendengarkan doanya serta memberinya apa yang ia minta dan memenuhi sumpahnya. Aku melindunginya dengan kekuasaan-Ku dan menitipkannya pada malaikat-Ku. Perumpamaannya dalam anggapan-Ku seperti surga “Firdaus” tidak rusak buahnya dan tidak berubah keadaannya”. (H.R. Ad-Dailami).
Pelajarilah makna hadits qudsi tersebut yang sarat arti kandungan didalamnya.
Siang itu terang sekali maka jangan kita gelapkan dengan melakukan banyak kesalahan dan dosa didalam siang, sedangkan malam itu sangat panjang sekali maka janganlah kita membuatnya menjadi pendek hanya karena banyak tidur dan mengerjakan hal yang tak berguna.
Datanglah (shalat-lah) kembali kepada Allah hanya karena Allah dan dengan jalan yang Allah ridhoi.
Jauhilah semaksimal mungkin perbuatan dosa-dosa ini, dan syukuri segera bila kita bisa menjauhinya karena itu semua hanya karena nikmat Allah semata.
Berilah naungan perlindungan bagi mereka yang meminta perlindungan kepada dirimu, sayangilah mahkluk Allah yang lainnya hanya demi kebesaran dan kemuliaan keagungan Allah, bukan karena dirimu yang merasa bisa menolong, ketahuilah wahai jiwa, merasa bisa mu itu adalah jebakan dari akalmu yang telah dibodohi oelh hawa nafsu mu.
Bila kita mampu melakukan itu semua maka insyaallah saat kita shalat Allah akan memberikan khusu’ itu pada diri kita.
Semoga Allah memberi kemampuan tersebut pada diri kita semua.

DISKUSI KITA