Arsip

Posts Tagged ‘dunia’

KETIK REG RAMAL

September 28, 2009 cak mamad 4 komentar

Ketik REG Ramal, Ketik REG JODOH, Ketik REG Nama, Ketik REG Weton, benar-benar susah menjadi mukmin dijaman akhir ini, harus bisa membedakan benar-benar mana yang hak dan mana yang batil.

Kebatilan tiap hari mengepung kita, saat menonton TV atau membaca koran betapa banyak kita lihat jenis iklan menyesatkan tentang kesyirikan tersebut bermunculan.

Yang sangat menjadi perhatian saya, adalah semoga generasi penerus kita dan juga sebagian saudara-saudara muslimin kita tidak terpengaruh oleh iklan dari setan tersebut.

Rosullulloh dengan tegas melarang kita unutk mendatangi dukun peramal dan mengundi nasib sebagainya, iklan-iklan sms maupun paranormal dimedia masa tersebut jelas-jelas adalah bagian dari keduanya.

Bisikan setan sangat halus, meskipun kita tidak percaya atau niat unutk sekedar iseng membaca ramalan tersebut, diam-diam setan memasukan yang namanya syak wasangka (was-was) bisa dalam bentuk “jangan-jangan, oh gitu ya, kok aku filling gak enak ya, wah bener nih hari ini aku dapat rejeki, dsb” bahkan hanya dalam isyarat hati yang gelisah pertanda was-was dari setan sudah merasuki hati anda.

Was-was ini bila kemudian anda teruskan dengan sangkaan, wah mungkin benar ya apa kata “REG” tersebut, maka secara terang-terangan meski tanpa anda akui anda telah menyekutukan Allah dengan para pemberi “REG” tersebut. Hati-hatilah saudaraku.

 “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati”.(QS. Luqman : 34)

 Firman Allah sangat jelas kita semua tidak mengetahui dengan pasti apa yang akan kita lakukan esok hari, jangankan esok hari sebuah “planning” yang sudah kita rencanakan dengan matang kemarin malam untuk kita lakukan satu jam kemudian, kita belum tentu tahu apakah planing tersebut Allah ijabahi atau tidak.

Apalagi soal mujur atau sialnya hari kita semua hanya bonekanya Allah yang Allah gerakan dalam lautan ujian dan cobaan, bukankah Rosul saw berpesan untuk selalu berbaik sangka pada Allah, karena Allah selalu mengawasi hati hamba-Nya, bahkan bukan hati saja termasuk adalah kretek keinginan si jiwa/ nafsa (empunya hati), Allah meliputi kita.

Dan bila lebih jauh lagi kesesatan tersebut apabila kita berbicara mengenai meramal umur seseorang,

“…….. Maka, apabila telah tiba waktu yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya”.(QS. An-Nahl : 61)

 Setiap jiwa akan merasakan maut, karena itulah kita dinamakan fana / hancur / tak abadi, sebab memang jasad ini akan mengalami kehancuran, seperti tanah dibukit jasad inipun dalam rentang usia mengalami erosi, saat jasad ini sudah mencapai masa puncaknya tak dapat lagi menjadi rumah bagi jiwa untuk hidup didunia maka dengan kehendak-Nya, Allah mengirim maut untuk menjemput jiwa dan titipan suci-Nya (RUH).

Inilah saat dinamakan wa innailaihi rojiun – dan kepada Allah lah kami akan kembali, namun sangat berbeda dengan nafsa, sejak awal setelah penciptaan nabi Adam as. nafsa kemudian Allah ciptakan dan tetapkan menjadi anak-keturunan nabi Adam as.

Dari alam malakut, nafsa berpindah ke alam dunia, kemudian ia akan pindah ke alam kubur, dan kemudia ia akan pindah ke akhirat (negeri kekekalan), dan ia (nafsa) seoalah-olah Baqo’ bi Allah.

Menyakini vonis seorang dokter bahwa ia dinyatakan kritis menderita penyakit ini dan harapan hidup sudah menipis tinggal menghitung bulan saja adalah salah satu bentuk kesyirikan.

Seorang dokter bukan Tuhan yang menciptakan manusia, ia hanya mengira-kira, menerka dengan pikirannya suatu kepastian yang ia sendiri tidak tahu pasti. Seorang Dokter yang mukmin tidak akan pernah memberikan negatif sentence kepada pasiennya. Ia akan senantiasa merujuk kembali pada ayat-ayat Allah untuk membesarkan semangat hidup pasien dan menyerahkan perkara hidup mati kembali hanya pada Allah.

Sedekah Sehari 1000

Cerita kali ini saya posting dari email yang diforwad teman saya, dan insyaallah hikmah yang bisa diambil dari cerita kali ini sangat besar sekali, selamat menikmati

Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.

Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.

Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.

Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan “tidur”. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.

Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, “Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?”

Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.

” Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,” begitu beliau memulai penjelasannya.

RAHASIA PERTAMA

“Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).

Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.

Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu… baru kemudian ayahmu dan gurumu.
Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.” Beliau mengambil napas sejenak.

RAHASIA KEDUA

“Kemudian yang kedua,” beliau melanjutkan. “Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.

Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat). Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, ‘Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.’ Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.

Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri.

Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.

RAHASIA KETIGA

“Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka,” begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. “Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.”

“Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga”, saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).

“Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga?,” tanya beliau.

“Ya, bagaimana caranya?” jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita.

“Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!” jawaban beliau ini membuat saya berpikir keras. “Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.”

“Walau pun itu orang kaya?” tanya saya.

“Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.”

“Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,” saya bertanya lagi.

“Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,” jawab beliau. “Kalau Anda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.”

RAHASIA KEEMPAT

Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya.

“Yang keempat nih, Mas,” beliau memulai. “Jangan mempermainkan wanita”.

Hm… ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja.

“Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.”

“Lalu?” saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.

“Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya.”

Oh… pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.

“Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,” beliau melanjutkan.

Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan.

Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang….

oleh: Probo Jatmiko
<http://www.facebook.com/find-friends/index.php>

Forward keteman -teman,Insya Allah dapat pahala, setidaknya sedekah Email

ZUHUD

Apakah bila kita berlaku zuhud kepada dunia dalam rangka kedekatan kepada Allah swt. Kemudian kita tinggalkan dunia ini (dalam artian dhohir) dengan tidak mau lagi bekerja dan memberi nafkah kepada keluarga kita? Tentu saja tidak demikian, bila itu yang terjadi itu bukan zuhud tapi suatu kebodohan.

Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.

Meskipun hal ahwal keadaan kita (manusia) telah Allah tuliskan besaran rezeki kita dalam kitabNya yang nyata (lauh Mahfuz) lantas apa kita diam saja tanpa mengerjakan apa-apa dan hanya berdoa tanpa ikhtiar mengharapkan emas turun dari langit, tentu saja tidak bisa demikian pola pikir kita.

Manusia haruslah sadar dimana Allah swt meletakkan dirinya saat ini pada maqom yang mana, dan sungguh dengan tetap menepati kewajiban kita di maqom kita masing-masing, sungguh apa yang memang bagian ilmu dari Allah yang telah Dia berikan untuk kita pasti akan sampai bagian tersebut kepada kita.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Tetap manusia wajib ikhtiar berupaya dalam mencari penghidupannya didunia ini sebagai bagian dari ibadah dia kepada Tuhannya, manusia itu lemah hal ini ditunjukan dalam usaha manusia yang sangat terbatas, karena itu manusia dalam berusaha tidak boleh sepenuhnya yakin dan mengantungkan diri pada kekuatan dirinya pribadi ataupun dari kekuatan orang lain, karena itu berarti manusia telah menyekutukan Allah dengan mahkluk-Nya.

Marilah kita ambil bagian kita didunia ini untuk mendapatkan bagian kita yang lebih besar di akhirat nantinya. Seorang muslim harus bisa menjadi seorang yang kaya, tetapi letak ke-kaya’an ini bukanlah pada banyaknya harta benda yang seorang mukmin miliki tetapi pada letak bagaimana hati mukmin memelihara amanah harta dari Allah swt untuk dirinya.

Harta adalah fitnah bagi kita didunia ini bila kita tidak bisa memegang amanah ini dari Allah, begitu pula dengan Jabatan dan juga wanita. Semoga Allah Azza wajalla melindungi diri kita dari segala macam fitnah tersebut.

Zuhud ini adalah mencukupkan diri kita dengan sikap qona’ah pada apa saja yang telah Allah berikan pada diri kita, lalu mensyukurinya dengan mempergunakan amanah tersebut di jalan yang Allah ridhoi untuk kebaikan umat.

Categories: Tazkiyatun Nafs Tag:,