Arsip

Posts Tagged ‘ANATOMI’

Anatomi Manusia (bagian kedua) sebuah PROLOG

Anatomi Manusia (bagian kedua)

Prolog, sebuah pembukaan:

Mahasuci Allah swt yang telah menciptakan manusia dalam keadaan yang sempurna (sebaik-baik keadaan), lalu membekalinya dengan hati dan akal agar manusia selamat dalam perjalanannya kembali ke jannah (akhiroh) dari tempat yang serendah-rendah nya (bumi) atau disebut juga dunia.

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, (At Tiin ayat 4-5)

Dunia adalah tempat yang rendah bagi manusia karena dunia begitu tak ada harganya. Dunia hanyalah gubuk persinggahan manusia untuk kembali ke kerajaan akhirat. Dunia begitu rendah karena segala sesuatu yang ada didalamnya adalah tidak ada yang bersifat abadi (semuanya fana), bukan untuk dunia (saja) manusia itu diciptakan tapi kampung akhirat itu yang lebih utama. Dunia adalah tempat yang rendah, karena dapat mencelakakan manusia dengan membuatnya lalai akan segala kenikmatan semu yang terkandung didalamnya. Lalai dari siapakah manusia itu? Manusia lalai dari mengingat Tuhannya. Didalam suatu hadits Rosul saw bersabda; “dunia adalah bangkai yang kotor dan menjijikan.” Dalam suatu riwayat yang lain Rosul saw juga bersabda; “dunia ini terkutuk juga segala sesuatu didalamnya kecuali zikrullah.”

Dunia bukan lagi menjadi tempat yang rendah (meski hakikatnya masih demikian) bagi orang-orang yang beriman karena;

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.(At Tiin ayat 6)

bagi mereka yang beriman lalu mengerjakan amal saleh, maka dunia menjadi sebuah ladang amal saleh dan ibadah mereka bagi Allah swt sehingga bagi mereka (kelak) ada pahala yang tak putus-putus dari Allah swt. Dalam sebuah hadits yang lain Rosul saw bersabda; “Janganlah mengecam dunia, karena ia adalah tunggangan terbaik orang mukmin. Melaluinya ia memperoleh kebaikan dan dengannya ia selamat dari keburukan.”

Manusia Allah ciptakan adalah untuk mengabdi (beribadah) hanya untuk Allah swt semata (bukan yang lain), dan karenanya Allah memberikan manusia dua tempat yaitu Akhirat dan Dunia.

Allah ciptakan kampung Akhirat (disebut kampung karena lebih dahulu ada dibanding dunia, dan karena nabi Adam as. Dahulunya juga Allah ciptakan di alam Akhirat) untuk membalas segala amal perbuatan manusia di alam dunia, sedangkan Allah ciptakan Dunia adalah sebagai syarat terpenuhinya amal perbuatan manusia (yang telah Allah wajibkan untuk ibadah padaNya) sebagai ladang amal untuk mencapai alam Akhirat.

 

Oleh sebab itu Allah ciptakan manusia itu dalam bentuk yang sempurna, yaitu mahkluk yang memiliki dua dimensi raga, manusia memiliki dimensi batiniah dan dimensi lahiriah.

Dimensi batiniah manusia adalah diciptakan oleh Allah swt jauh sebelum dimensi lahiriah (jasad) diciptakan oleh Allah swt.  Dimensi batiniah manusia meliputi sisi RUH dan Nafsi (ada yang menyebutnya sebagai Diri Sejati Manusia dan sebagian lagi menyebutnya dengan Jiwa Manusia). Sedangkan dimensi lahiriah adalah Jasad (Badan Fisik/Raga Fisik) manusia dan dengan segala organ-organ tubuh yang terkandung didalamnya.

Untuk menghindari diri dari tuduhan Bid’ah (mengada-ada), syirik dan kurofaat, maka saya uraikan dasar uraian saya ini bersandar pada firman Allah swt;

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (surat 7 ayat 172)

Inilah ahwal maksud saya dari penciptaan batiniah (Ruh dan Nafsi) manusia jauh lebih dahulu dari penciptaan jasad kita.

Jadi dalam ayat diatas persaksian kita akan keesaan Allah sebagai perjanjian awal kita yang paling utama dan mendasar telah terjadi dialam akhirat dahulu kala, disaat beberapa waktu berlalu setelah Allah menciptakan nabi Adam as. dan mengeluarkan kita dari sulbi Adam.

Allah mengambil sumpah persaksian itu pada jiwa kita semua disana, bukan pada Adam as. inilah yang hak itu dan bila ada yang membantah akan kebenaran firman Allah ini maka kami berlindung kepada Allah dari kebodohan dan kesesatan mereka, semoga Allah berkenan menyelamatkan mereka.

Sedangkan penciptaan Jasad manusia pun Allah menerangkan kemudian;

Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut? (Al Insan ayat 1)

Mari perhatikan ayat yang pertama dari surat Al Insan tersebut, bukankah telah datang pada manusia suatu waktu  dari masa, ini adalah hujah (penjelasan) bahwa manusia itu (batiniah kita)- ruh dan nafsi dari Fulan bin Fulan itu sudah ada terlebih dahulu, namun saat itu kita belum dapat disebut sebagai manusia (sebagai anak dari Fulan bin Fulan), karena itu kemudian Allah swt menerangkan kembali proses kejadian kita (manusia) hingga disebut sebagai manusia;

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur  yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.(Al Insan ayat 2)

 

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. (Al Mursalat ayat 20-23)

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al Hajj ayat 5)

Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik.(Al Mu’minun ayat 13-14)

Inilah beberapa ayat awal yang kami jadikan landasan dalam menerangkan lebih dalam lagi mengenai anatomi manusia ini, tujuan kami menguraikan masalah ini adalah sebagai bahan pelajaran bagi diri kami untuk mengingat Allah dan membuka makna dari suatu atsar lama yang sangat terkenal yaitu; “man arafa nafsahu faqad arafa Rabbahu.”  Semoga Allah Azza wajalla berkenan meridhoi langkah kami.

 

(bersambung- anatomi manusia bagian tiga “sesuatu yang belum dikenal”)

Categories: ILMU Tag:,

Al Qiyamah ayat 14

“Balil Insanu ala nafsihi bashiroh”

Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri.

ayat ini adalah menyatakan bahwa pada saat yaumil hisab nanti manusia tidak akan mampu lagi untuk menyangah (berdusta) atas apa yang telah diperbuatnya

ini adalah konsekuensi dari Ta’dzabarun-Ta’fakarun-Ta’qilun

pada hari itu mulut akan dikunci-maksudnya lidah manusia menjadi hilang kemampuannya untuk berbicara dan Allah memberikan kemampuan pada organ-organ tubuh (jasad) kita untuk berbicara mengalahkan kesaksian mulut manusia.

Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri, meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya. (Al Qiyamah ayat 13-15)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Yasin ayat 65)

Dan ternyata ayat ini pula telah terbukti nyatanya didunia- dalam dunia medis atau dunia IPTEK sekarang ini telah diketahui yang dinamakan dengan DNA, DNA konon adalah partikel kompleks terkecil dan bersifat khas yang dimiliki oleh manusia yang membawa zat sifat keturunan, namun pernakah anda melihat film CSI (based dari CSI nyata yang ada diluar negeri sana) betapa ternyata begitu banyak kasus pembunuhan maupaun kejahatan lainnya diungkap berdasarkan DNA ini yang terjatuh (baik itu lewat sedikit kulit tangan pelaku, tetesan darah pelaku, atau apapun bagian tubuh manusia) ditempat kejahatan. Bahkan, bayi yang baru lahirpun bisa diketahui bahwa itu anak siapa (dengan ilmu pengetahuan modern-lewat DNA ini) jadi teringat dengan kisah Nabi Isa yang mampu berbicara(dimampukan Allah untuk berbicara) saat beliau masih Bayi demi membela kehormatan ibu-nya. Lihat betapa Al Qur’an adalah sumber ilmu pengetahuan yang selalu up to date.

Arti yang kedua atas ayat tersebut adalah 

“Pada manusia itu, diatas diri-nya (nafsi) ada bashiroh (pandangan/cahaya)”

inilah maksud dari ta’qilun; bashiroh itu adalah pandangan/cahaya ke-Imanan itulah sebenarnya sang AKAL.

Bashiroh yang memandu Nafsi (diri) manusia adalah IMAN itu sebagai AKAL untuk mengetahui dan memutuskan perkara-perkara yang diajukan padanya dari proses berpikir (tafakarun) dialah yang menimbang sudakkah ini semua sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam Al Qur’an dan Sunnah Rosul saw.

Karena itu bila AKAL ii tidak mau kita pergunakan-artinya kita menyia-yiakan Iman yang kita miliki maka bashiroh tersebut akah mati sehingga yang ada manusia memperturutkan hawa nafsunya

merekalah yang disebut Allah dengan menjadikan HAWA NAFSU sebagai Tuhan-nya.

Categories: ILMU Tag:, ,

Alif, Martabat 7, Nafsa dan Penghambaan

Juni 2, 2009 cak mamad 2 komentar

Sebenarnya Judul ini dan tulisan artikel ini akan (insyaallah) saya jadikan tujuan dan pemekaran dari awal tulisan saya tapi sebenarnya juga nanti menjadi kesimpulan (tuh kan bingung ?).

Alif adalah huruf pertama dan paling agung dalam alphabet arab, Alif mengandung kedalaman rahasia yang besar, Alif disini diambil dari penggalan kata ALLAH, Alif adalah huruf pertama dari lafal Allah itu sendiri, dimana sebelum Alif itu ada maka yang ada adalah titik (.) sebelum titik yang ada adalah YANG ADA itu sendiri dalam KEADAAN KETIADAAN.

Alif adalah simpul ilmu-ilmu milik Allah yang nantinya diturunkan dalam wujud Adam As. 

keadaan pertama sebelum titik itu ada adalah keadaan dalam ihwal martabat yang pertama, keadaan dalam titik (.) itu adalah keadaan dalam pancaran (TAJALI) oleh DIA yang sebelumnya DIA tidak menampakan keagungan diri Nya dalam ujud NUR MUHAMMAD, ini adalah masuk dalam martabat kedua, keadaan dalam Alif adalah masuk dalam ujud ADAM as, sesaat sebelum dia diciptakan, ini masuk dalam keadaan martabat yang ketiga.

sebenarnya MARTABAT  TUJUH hanyalah sebagian dari ilmu ALLAH untuk mengenal ALLAH, martabat tujuh ini akan dapat mengantarkan manusia kedalam ilmu ALLAH yang terdapat dalam rahasia huruf Alif, Lam, Lam, dan Ha.

Lafal ALLAH itu ada dalam diri manusia itu sendiri hingga saat ini yang masuk dalam pancaran RUH manusia yang berasal dari RUH ILAHI, dimana RUH ini menjadi sumber energi bagi NAFSA untuk hidup, sedangkan JASAD ini adalah pakaian dari NAFSA kita saat kita berada dialam dunia.

Tujuan kesemuanya ini tidak lain adalah mengenal ALLAH, dan pada akhirnya adalah keadaan utama penghambaan kita pada ALLAH.

Inysaallah akan dikupas lagi….nanti nila Allah sudah memberi hidayah ilmu NYA kembali.

Categories: ILMU Tag:, ,

Tombo Ati (bait ke-2)

Mei 24, 2009 cak mamad 7 komentar

Kaping pindo, sholat wengi lakonana

Mengapa harus shalat malam mesti dikerjakan?

dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah).

Sabda Nabi saw:

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud”

Saat terdekat seorang hamba dengan Rabb nya adalah saat-saat dalam sujud, inilah saat yang paling bahagia dan mulia bagi seorang mukmin. Bila seorang mukmin telah berada dekat dengan Rabb nya maka adakah kembali segala kekawatiran dalam hatinya? Tentu saja tidak akan ada rasa takut dan khawatir karena dia berada dalam jaminan Rabb nya.

Saat dalam sujud ini tentu saja akan paling banyak kita temukan saat kita mengerjakan tuntunan shalat tahajud, dalam Asroul Islam diisyaratkan:

“Langgengkan mengerjakan shalat malam (tahajud), karena sesungguhnya pertolongan Allah beserta shalat malam (tahajud).”

Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Tegakanlah sholat malam (tahajud), karena didalam sholat malam (tahajud) kita akan mendapatkan Mahqoman Makhmuda.

Maqoman Makhmuda ini dalam perwujudannya pada amalan keseharian kita berfungsi melapangkan dada kita (belajar mendapatkan ihlas), dalam artian apabila kita memperjuangkan sesuatu yang kita harapkan, berhasil atau tidak, kita tidak akan mengalami kesedihan yang mendalam atau kebanggaan yang banyak yang dapat menumbuhkan sikap sombong, sifat demikian sangat berpengaruh besar pada potensi-potensi (dalam anatomi tubuh saya menyebutnya sebagai gadget) yang ada dalam wawasan hati dan kekuatan iman.

Disamping itu jika memperhatikan dalam firman Allah swt dalam surat Al Muzzamil

Sesungguhnya Kami akan menurunkan kapadamu perkataan yang berat.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan

Mengandung beberapa artian antara lain ;

Bangun Shalat Tahajud akan memiliki kekuatan jiwa yang melebihi kekuatan-kekuatan yang ada dan tangkas berbicara.

Dalam artian yang lain adalah, dalam shalat tahajud Allah swt akan lebih banyak menurunkan ilmunya dalam pemahaman akan ayat-ayat Nya (hikmah) sehingga dengan modal ini kita dapat mengali lebih dalam maksud ayat-ayat Al Qur’an dan mengaplikasikan dalam kehidupan keseharian.

Kekuatan jiwa yang kita peroleh sebagai hasil dari sholat malam yang kita kerjakan merupakan potensi yang akan menetap dalam wawasan hati yang berfungsi untuk menangkal virus-virus hati yang mungkin terjadi.

Categories: Gending Tag:, ,

Anatomi Tubuh

Mei 14, 2009 cak mamad 2 komentar

(mencoba menjadi dokter anatomi nih ceritanya)

ada sebuah atsar dari ulama:

“man arafa nafsahu faqad arafa Rabba’

yang artinya barang siapa yang mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya.

untuk mengenal diri berarti harus tahu dong anatomi diri ini apa saja dan kegunaan nya untuk apa saja, nah marilah kita lihat pembedahan anatomi ini (menurut saya)

Manusia itu terdiri atas beberapa bagian (dimensi), secara sederhana manusia itu terdiri atas diri jasmani (dhohir) dan diri ruhani/jiwa/ nafs (bathin)

kedua unsur diri ini berpadu dalam keseharian kehidupan kita sehingga kita kadangkala hanya mengenal “aku”.

Allah swt meniupakan Roh Nya kedalam Nafsa manusia (jiwa), lalu jiwa/nafsa inilah yang kemudian masuk dibungkus oleh jasmani (jasad lahir) manusia. sehingga pada akhirnya saat manusia lahir kedunia ini keseluruhan unsur ini telah menyatu menjadi aku manusia.

Allah perintahkan kepada manusia untuk beribadah kepadaNya, hal ahwal yang mendapatkan amanat perintah ini adalah nafsa kita, saat kita tinggal didunia nafsa kita beribadah melalui sarana jasmani ini, cuma terkadang kita tidak menyadarinya bahwa yang seharusnya menghadap adalah nafsa ini.

makanya Allah swt menyatakan dalam firmannya, maka dirikanlah shalat untuk mengingat Ku. sebenarnya kata mengingat ini adalah ditujukan untuk diri nafsa kita karena saat lahir didunia ini nafsa kemungkinan besar lupa akan perintah ibadah ini (lupa kepada siapa nafsa harus kembali menyembah).

Allah juga memberikan peralatan (gadget) yang luar biasa hebatnya dalam sarana untuk ketaatan kepada diri Nya.

salah satu diantaranya adalah gadget yang bernama pikiran ini (saya lebih suka menyebutnya dengan akal), letak gadget ini ada dalam kepala (otak) manusia. Fitrah gadget ini adalah untuk berpikir dan menganalisa, karena memang sudah fitrahnya maka kadang kala kita berpikir tanpa kita sadari bahwa hal remeh kecil tersebut tak seharusnya kita pikirkan. Ada pikiran yang kita dapat mengontrolnya dan adapula yang tiba-tiba saja berjalan dengan sendirinya. Akal (pikiran) ini seharusnya adalah kita gunakan untuk memikirkan kebesaran Allah swt.

ada lagi gadget yang bernama takwa dan fujur ini, keduanya ada dalam hati manusia yang bersifat saling bertolak belakang. Karena itu ada doa untuk melindungi kita dari bolak-balik nya hati, secara fisik letaknya memang ada dalam hati (lever) tapi anda gak akan pernah mengetahuinya saat anda membedah lever anda. Takwa dan Fujur ini mempengaruhi benih keimanan yang telah Allah swt tanam dalam hati manusia.

Nafsu juga merupakan salah satu gadget yang Allah berikan dalam tubuh manusia ini, nafsu letaknya (hem saya gak yakin dimana posisinya) tapi saya rasa dia terkadang bersemayam dijantung dan mengalir keseluruh tubuh melalui peredaran darah, nafsu ini menjadi kendaraan tunggangan dari fujur untuk mengoda manusia dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah swt. Namun, disisi lain nafsu juga menjadi kendaraan takwa unutk memerintahkan jasmani ini dalam beribadah kepada Allah swt.

Sedangkan iman (benih keimanan) adalah cahaya yang Allah tanamkan dalam hati manusia yang menerangi nafsa kita untuk dapat kemabali kepada Allah swt.

Ruh, Nafsa dan Gadget-Gadget lainnya Allah satukan kesemuanya dalam bungkus yang dinamakan jasad yang dikenal dengan nama manusia.

Categories: ILMU Tag:, , , ,