<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Cak Mamad</title>
	<atom:link href="http://chuckmamad.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chuckmamad.wordpress.com</link>
	<description>&#34; Man Arofa Nafsa Faqod Arofa Robba &#34;</description>
	<lastBuildDate>Fri, 11 Dec 2009 06:56:52 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di IQRO&#8217; oleh cak mamad</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/12/09/iqro/#comment-180</link>
		<dc:creator>cak mamad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:56:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/?p=283#comment-180</guid>
		<description>Bener Kang, karena itulah dalam firmannya yang lain Allah swt marah bila manusia merusak alam semesta ini, alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia didunia namun tetap dalam pemenuhan kebutuhan kita harus bijaksana dalam mengeksplorasinya.

Islam itu rahmatah lil alamin, dan manusia itu diciptakan sebagai khalifa rahmatan lil alamin, maka jadilah seorang insanul kamil untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tersebut.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bener Kang, karena itulah dalam firmannya yang lain Allah swt marah bila manusia merusak alam semesta ini, alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia didunia namun tetap dalam pemenuhan kebutuhan kita harus bijaksana dalam mengeksplorasinya.</p>
<p>Islam itu rahmatah lil alamin, dan manusia itu diciptakan sebagai khalifa rahmatan lil alamin, maka jadilah seorang insanul kamil untuk mewujudkan rahmatan lil alamin tersebut.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di IQRO&#8217; oleh cak mamad</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/12/09/iqro/#comment-179</link>
		<dc:creator>cak mamad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 06:52:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/?p=283#comment-179</guid>
		<description>walaikumsalam wr. wb.

Terimakasih sudah singgah diblog ini, sebuah ulasan yang menarik, meski saya ambil garis pokoknya saja, bahwa memang tidak ada bilangan sial itu, apakah itu angka 4 atau angka 13.

Bila kita mempercayainya tentu saja akan membuat aqidah kita rusak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walaikumsalam wr. wb.</p>
<p>Terimakasih sudah singgah diblog ini, sebuah ulasan yang menarik, meski saya ambil garis pokoknya saja, bahwa memang tidak ada bilangan sial itu, apakah itu angka 4 atau angka 13.</p>
<p>Bila kita mempercayainya tentu saja akan membuat aqidah kita rusak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di IQRO&#8217; oleh Much</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/12/09/iqro/#comment-178</link>
		<dc:creator>Much</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 06:59:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/?p=283#comment-178</guid>
		<description>Setuju Cak. Semuanya sudah digelar oleh Allah, tidak ada yang terlewatkan satupun. Mau obat, sudah ada di alam, mau kaya, juga sudah ada di alam. Cuma, manusia ini sering melupakan alam semesta, tidak merasa bahwa diri ini adalah bagian dari alam semesta tersebut, jadi berusaha terpisah, makanya hidup ya mung susah terus.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Setuju Cak. Semuanya sudah digelar oleh Allah, tidak ada yang terlewatkan satupun. Mau obat, sudah ada di alam, mau kaya, juga sudah ada di alam. Cuma, manusia ini sering melupakan alam semesta, tidak merasa bahwa diri ini adalah bagian dari alam semesta tersebut, jadi berusaha terpisah, makanya hidup ya mung susah terus.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di IQRO&#8217; oleh suroyo mencari tajalli</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/12/09/iqro/#comment-177</link>
		<dc:creator>suroyo mencari tajalli</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 02:06:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/?p=283#comment-177</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum.wr.wb.

IQRO..... 
apa yang harus kita baca??? !!!!
salah satunya adalah bilangan.....
mengapa bilangan dang angka 13 serta 4 dinyatakan sebagai angka SIAL??? 
Ini tidak lain adalah ulah kaum orientalis, diantaranya adalah SNOUCK HURGRONJE... dan antek2nya, kaum fremason.

Sebenarnya, 13 adalah penjumlahan dari 4 dan 9
4 adalah jumlah sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Abubakar, Umar, Utsman dan Ali.  Sedangkan 9 adalah Wali Songo.  Jumlah mereka adalah 13, mereka adalah Waliullah, penyebar ISLAM.

13 dijumlahkan adalah 4.
13 terdiri dari penjumlahan 8 + 5
8 adalah 4 + 4
5 adalah 2 + 3
2 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Subuh,
3 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Magrib,
4 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Dzuhur,
4 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Ashar,
lantas dimana adanya Sholat Isya???
Sholat Isya ada pada bilangan 5, yang terdiri dari 4 + 1
4 rakaat adalah untuk Sholat Isya, sedangkan 1 adalah untuk ALLAH SWT, Illahi ya Rabbi.....

SUBHANALLAH......

Wasalam....

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum.wr.wb.</p>
<p>IQRO&#8230;..<br />
apa yang harus kita baca??? !!!!<br />
salah satunya adalah bilangan&#8230;..<br />
mengapa bilangan dang angka 13 serta 4 dinyatakan sebagai angka SIAL???<br />
Ini tidak lain adalah ulah kaum orientalis, diantaranya adalah SNOUCK HURGRONJE&#8230; dan antek2nya, kaum fremason.</p>
<p>Sebenarnya, 13 adalah penjumlahan dari 4 dan 9<br />
4 adalah jumlah sahabat Rasulullah Muhammad SAW, yaitu Abubakar, Umar, Utsman dan Ali.  Sedangkan 9 adalah Wali Songo.  Jumlah mereka adalah 13, mereka adalah Waliullah, penyebar ISLAM.</p>
<p>13 dijumlahkan adalah 4.<br />
13 terdiri dari penjumlahan 8 + 5<br />
8 adalah 4 + 4<br />
5 adalah 2 + 3<br />
2 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Subuh,<br />
3 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Magrib,<br />
4 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Dzuhur,<br />
4 rakaat adalah bilangan untuk Sholat Ashar,<br />
lantas dimana adanya Sholat Isya???<br />
Sholat Isya ada pada bilangan 5, yang terdiri dari 4 + 1<br />
4 rakaat adalah untuk Sholat Isya, sedangkan 1 adalah untuk ALLAH SWT, Illahi ya Rabbi&#8230;..</p>
<p>SUBHANALLAH&#8230;&#8230;</p>
<p>Wasalam&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tidak Mengapa Kita Pernah Salah oleh Much</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-176</link>
		<dc:creator>Much</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 03:05:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-176</guid>
		<description>Ampunan ALLAH lebih besar dari bumi dan seisinya. Bersegera bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya. Salah bukan hal yang aneh dan setiap manusia PASTI pernah berbuat salah, yang terpenting adalah tidak jatuh pada lubang yang sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ampunan ALLAH lebih besar dari bumi dan seisinya. Bersegera bertaubat dengan taubat yang sebenar-benarnya. Salah bukan hal yang aneh dan setiap manusia PASTI pernah berbuat salah, yang terpenting adalah tidak jatuh pada lubang yang sama.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tidak Mengapa Kita Pernah Salah oleh cak mamad</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-175</link>
		<dc:creator>cak mamad</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Nov 2009 02:43:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-175</guid>
		<description>Alhamdulilah mas abdul, terimakasih atas sharing wawasannya.

Betul mas ucapan anda, diskusi itu bukan masalah mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, diskusi adalah saling melengkapi....seperti (seharusnya) musa saat bertemu khidir, andaisaja musa dapat lebih sabar, maka akan terlihat jelas ilmu mereka adalah sama (dari sumber yang sama) namun hanya beda cara Allah mengajarkan saja.

orang lain berwawasan lebih luas dari kita, Allah ciptakan mereka untuk melengkapi diri kita - yang masih bodoh ini.

Benar dan Salah memang dua wadah yang berbeda saya sependapat dengan anda.

Semua Kehendak adalah milik Allah itulah iradat,salah satu wujud iradat-Nya adalah memberikan kebebasan manusia untuk memilih jalan yang ingin dia tempuh.

Karena itulah Allah ilhamkan Fujur dan Takwa kepada manusia.

Kesadaran manusia yang sadar dia tahu bahwa dia bukanlah seonggok jasad ini, karena itu dia harus mampu melepas kesadaran dirinya (an nafs) yang dibinding oleh shyawat dalam bungkus jasad ini.

Karena itulah letak pilihan adalah mengikuti shyawat atau mengikuti petunjuk Allah yang dipancarkan melalui iman dalam dada.

Dalam semua pilihan tersebut, setiap satu langkah manusia menentukan jalannya dalam garis takdir yang dilaluinya.

Analoginya (yang mudah) saat kita membaca buku cerita detektif yang ada pertanyaan pada akhir halaman sebelum melangkah ke halaman berikutnya, jika memilih jawaban A maka buak hal. 12 atau jika memilih Jawaban B maka buka Hal 90, seperti itulah setiap hari pilihan kita menentukan arah langkah cerita hidup kita.

Lalu pada dasarnya ahwal semua garis takdir tersebut adalah ditulis oleh Pena saat kali pertama Allah ciptakan mahkluk dan sebelum Allah ciptakan semua semesta ini, Allah dengan kebesaran dan keluasan ilmu-Nya memerintahkan pada pena unruk menulis setiap kejadian yang terjadi pada semesta dan mahkluk-Nya yang tersimpan dalam kitab yang nyata di lauh mahfudz.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulilah mas abdul, terimakasih atas sharing wawasannya.</p>
<p>Betul mas ucapan anda, diskusi itu bukan masalah mencari siapa yang menang dan siapa yang kalah, diskusi adalah saling melengkapi&#8230;.seperti (seharusnya) musa saat bertemu khidir, andaisaja musa dapat lebih sabar, maka akan terlihat jelas ilmu mereka adalah sama (dari sumber yang sama) namun hanya beda cara Allah mengajarkan saja.</p>
<p>orang lain berwawasan lebih luas dari kita, Allah ciptakan mereka untuk melengkapi diri kita &#8211; yang masih bodoh ini.</p>
<p>Benar dan Salah memang dua wadah yang berbeda saya sependapat dengan anda.</p>
<p>Semua Kehendak adalah milik Allah itulah iradat,salah satu wujud iradat-Nya adalah memberikan kebebasan manusia untuk memilih jalan yang ingin dia tempuh.</p>
<p>Karena itulah Allah ilhamkan Fujur dan Takwa kepada manusia.</p>
<p>Kesadaran manusia yang sadar dia tahu bahwa dia bukanlah seonggok jasad ini, karena itu dia harus mampu melepas kesadaran dirinya (an nafs) yang dibinding oleh shyawat dalam bungkus jasad ini.</p>
<p>Karena itulah letak pilihan adalah mengikuti shyawat atau mengikuti petunjuk Allah yang dipancarkan melalui iman dalam dada.</p>
<p>Dalam semua pilihan tersebut, setiap satu langkah manusia menentukan jalannya dalam garis takdir yang dilaluinya.</p>
<p>Analoginya (yang mudah) saat kita membaca buku cerita detektif yang ada pertanyaan pada akhir halaman sebelum melangkah ke halaman berikutnya, jika memilih jawaban A maka buak hal. 12 atau jika memilih Jawaban B maka buka Hal 90, seperti itulah setiap hari pilihan kita menentukan arah langkah cerita hidup kita.</p>
<p>Lalu pada dasarnya ahwal semua garis takdir tersebut adalah ditulis oleh Pena saat kali pertama Allah ciptakan mahkluk dan sebelum Allah ciptakan semua semesta ini, Allah dengan kebesaran dan keluasan ilmu-Nya memerintahkan pada pena unruk menulis setiap kejadian yang terjadi pada semesta dan mahkluk-Nya yang tersimpan dalam kitab yang nyata di lauh mahfudz.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Tidak Mengapa Kita Pernah Salah oleh abdul</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-174</link>
		<dc:creator>abdul</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2009 05:29:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/2009/11/10/tidak-mengapa-kita-pernah-salah/#comment-174</guid>
		<description>Diskusi itu saling mencerahkan cak.. tidak mesti harus ada yang menang atau kalah… tidak harus ada yang benar dan ada yang salah, pokoke saling belajar dari berbagai beda pengalaman saja sebenarnya.

----
Dua wadah berbeda 
batil itu batil dan hak itu hak 
salah itu salah dan benar itu benar 
Keduanya jelas berbeda dan tidak akan pernah tertukar peruntukkannya

Kita tinggal pilih saja:
Ingin membangkang atau tunduk patuh
Ingin simal atau yamin
Ingin fujur atau takwa
Ingin lalai atau ingat
Ingin sempit atau luas

Nabi Adam dilarang memakan buah quldi, namun Ia lalai akan larangan-Nya, dimakannya buah quldi itu.
Nabi Adam tersadar telah melanggar Perintah-Nya, Ia sesali perbuatannya
“Robbana dholamna anfusana wa inlam tagfirlana lanakunanna minal khasirin”
Nabi Adam mengakui KESALAHANNYA. 
Nabi Adam bertekad tidak mengulangi kembali kesalahannya
Nabi Adam bertaubat kepada Allah yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Maka keterhijabbannya kembali dibuka 
Kalau kemudian, mau dilanjutkan dengan QS. 25 ayat 70. ya monggo saja…

Lalu, Apakah salah pernah berbuat salah &amp; Apakah salah pernah berbuat dosa? 
Jawabnya munajat Nabi Adam.

Memang: “Allah tidak pernah berkehendak keburukan dan kehancuran pada hamba-hamba Nya”. Tetapi manusilah yang berkeinginan ke situ.  Meski demikian: Allah tetap membuka “ghafuuran rahiimaan” bagi hamba2nya yang mau “ampunan dan kasih sayangnya” serta telah menyadari dirinya [dholamna anfusana].</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Diskusi itu saling mencerahkan cak.. tidak mesti harus ada yang menang atau kalah… tidak harus ada yang benar dan ada yang salah, pokoke saling belajar dari berbagai beda pengalaman saja sebenarnya.</p>
<p>&#8212;-<br />
Dua wadah berbeda<br />
batil itu batil dan hak itu hak<br />
salah itu salah dan benar itu benar<br />
Keduanya jelas berbeda dan tidak akan pernah tertukar peruntukkannya</p>
<p>Kita tinggal pilih saja:<br />
Ingin membangkang atau tunduk patuh<br />
Ingin simal atau yamin<br />
Ingin fujur atau takwa<br />
Ingin lalai atau ingat<br />
Ingin sempit atau luas</p>
<p>Nabi Adam dilarang memakan buah quldi, namun Ia lalai akan larangan-Nya, dimakannya buah quldi itu.<br />
Nabi Adam tersadar telah melanggar Perintah-Nya, Ia sesali perbuatannya<br />
“Robbana dholamna anfusana wa inlam tagfirlana lanakunanna minal khasirin”<br />
Nabi Adam mengakui KESALAHANNYA.<br />
Nabi Adam bertekad tidak mengulangi kembali kesalahannya<br />
Nabi Adam bertaubat kepada Allah yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang.<br />
Maka keterhijabbannya kembali dibuka<br />
Kalau kemudian, mau dilanjutkan dengan QS. 25 ayat 70. ya monggo saja…</p>
<p>Lalu, Apakah salah pernah berbuat salah &amp; Apakah salah pernah berbuat dosa?<br />
Jawabnya munajat Nabi Adam.</p>
<p>Memang: “Allah tidak pernah berkehendak keburukan dan kehancuran pada hamba-hamba Nya”. Tetapi manusilah yang berkeinginan ke situ.  Meski demikian: Allah tetap membuka “ghafuuran rahiimaan” bagi hamba2nya yang mau “ampunan dan kasih sayangnya” serta telah menyadari dirinya [dholamna anfusana].</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Metamorfosis oleh Heri</title>
		<link>http://chuckmamad.wordpress.com/2009/10/26/metamorfosis/#comment-173</link>
		<dc:creator>Heri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 06:11:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://chuckmamad.wordpress.com/?p=259#comment-173</guid>
		<description>Antal mauta qoblal maut</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Antal mauta qoblal maut</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
