Hakikat Syukur

Dalam surat Al Baqarah ayat 152 Allah peringatkan manusia untuk ingat kepada Nya kemudian Allah seru manusia untuk bersyukur pada Nya.

Dalam banyak firman Allah lainnya didalam Al Quran, Allah SWT selalu mengingtkan manusia akan nikmat – nikmat yang telah Dia anugerahkan pada kita kemudian Allah perintahkan (ingatkan) kembali pada kita untuk bersyukur pada Nya.

Guru saya pun pernah menasehati saya bahwa hakikat syukur adalah tidak lupa.

Dengan kata lain syukur adalah ingat. Ingat pada siapa? Ingat pada Allah SWT.

Allah yang telah anugerahkan nikmat yang tak terputus pada manusia.

Ingat pada Allah yang telah berikan amanat pada diri kita dan kita mengambilnya.

Pangkal mula dosa dan maksiat adalah keadaan lalai. Keadaan lupa bahwa ada Allah yang selalu mengawasi kita.

Tidak ingat sehingga tidak menyadari bahwa ada Allah yang selalu bersama diri kita.

Dia Maha Teliti dan Maha Mengawasi.

Bukankah Allah telah perintahkan kita untuk bersyukur pada Nya?

Bukankah pula Allah juga telah peringatkan kita jika ingkar maka adzab Allah teramat pedih? Tapi tetap saja diri ini sering kali lupa dan ingkar.

Seutamanya cara bersyukur pada Allah adalah dengan ingat kepada Nya.

Awal mula pengkhianatan terhadap amanah. Awal mula terjangkitnya hati menjadi munafik adalah melupakan Allah.

Lupa pada Allah dan menggantikan kebesaran eksistensi Allah dengan yang lain.

Jika Allah ada dalam hati maka dunia kalah. Jika dunia yang ada dalam hati maka Allah tak akan mau mengisi hati kita dengan ingatan Nya.

Orang yang paling susah didunia ini adalah mereka yang tidak lagi mendapat kepercayaan dari orang lain. Tak ada yang percaya karena mereka sering khianat.

Lihatlah betapa adzab Allah yang pedih telah dimulai didunia ini jika seseorang lupa pada Nya.

Seorang pengkhianat lupa pada amanah karena ia tidak mengerti akan pentingnya nilai amanah.

Mereka tidak mendapatkan ilmu ini karena mereka jauh dari Agama.

Mereka menjauh dari agama karena mereka lupa atau tidak menyadari jika Allah itu ada dan dekat bersama diri manusia.

Seseorang yang lupa dan meninggalkan perintah-perintah Allah maka tidak lah tepat jika dikatakan bahwa ia telah bersyukur.

Mari bersyukur pada Allah dengan senantiasa ingat pada Nya dalam setiap gerak hidup kita, bukankah Allah perintahkan kita masuk islam secara ka’fa (utuh menyeluruh)?

Dan bersabarlah dalam ketaatan dan menjauhi larangan Nya.

4 thoughts on “Hakikat Syukur

  1. Siapa yang kenal dirinya kenallah Tuhannya. Siapa yang kenal Tuhannya binasalah jasadnya.

     Usaha menyingkap keghaiban yang menyelimuti diri sendiri adalah sebaik-baik pekerjaan untuk mencapai tujuan. Kenalilah keaslian diri sendiri yang suci murni. Ia tidak dapat mengeluarkan cahayanya kerana ditutup oleh keaiban dan kekotoran yang melekat di hati. Arahkan usaha dan perhatian untuk mencari keaiban dan kekotoran tersebut, agar dapat dihapuskan dan dibersihkan. Apabila kulit yang membalut keaslian itu sudah terbuang baharulah diri kita dapat memancarkan sinarnya. Allah s.w.t adalah nur bagi langit dan bumi. Apabila Nurullah memancar dari Hadrat Ilahi dan bertemu dengan Nurullah yang memancar dari lubuk hati nurani hamba, maka terjadilah pertemuan Nurullah dari atas dengan Nurullah dari bawah:

    Cahaya berlapis cahaya. Allah memimpin sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut undang-undang dan peraturan-Nya) kepada nur hidayah-Nya itu; dan Allah mengemukakan berbagai-bagai misal perbandingan untuk umat manusia; dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 35 : Surah an-Nur ) Siapa yang kenal dirinya kenallah Tuhannya. Siapa yang kenal Tuhannya binasalah jasadnya.

     Usaha menyingkap keghaiban yang menyelimuti diri sendiri adalah sebaik-baik pekerjaan untuk mencapai tujuan. Kenalilah keaslian diri sendiri yang suci murni. Ia tidak dapat mengeluarkan cahayanya karena ditutup oleh keaiban dan kekotoran yang melekat di hati. Arahkan usaha dan perhatian untuk mencari keaiban dan kekotoran tersebut, agar dapat dihapuskan dan dibersihkan. Apabila kulit yang membalut keaslian itu sudah terbuang baharulah diri kita dapat memancarkan sinarnya. Allah s.w.t adalah nur bagi langit dan bumi. Apabila Nurullah memancar dari Hadrat Ilahi dan bertemu dengan Nurullah yang memancar dari lubuk hati nurani hamba, maka terjadilah pertemuan Nurullah dari atas dengan Nurullah dari bawah:

    Cahaya berlapis cahaya. Allah memimpin sesiapa yang dikehendaki-Nya (menurut undang-undang dan peraturan-Nya) kepada nur hidayah-Nya itu; dan Allah mengemukakan berbagai-bagai misal perbandingan untuk umat manusia; dan Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu. ( Ayat 35 : Surah an-Nur )

    • Man arafa nafsa faqad arafa Rabb.

      Ini yang diajarkan pertama.

      aku bukanlah jasad ini, aku adalah nafs yang membungkus anugerah ruh dari Allah.

      Terimakasih atas sharing ilmunya pak. Semogq jadi barokah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s