Vakum
Satu satunya alasan yang saya miliki kenapa saya tak juga menulis kembali di blog ini adalah kekhawatiran diri ini akan membanggakan apa yang saya tulis.
Racun ujub menelisik kedalam hati, diam-diam mencemari kesucian hati.
Sinarannya menjadi redup karena dosa yang dilakukan diri.
Teringat pesan syekh abu madyan al-magribi; “setiap orang yang berpuasa kagum akan puasanya. Setiap orang yang shalat kagum akan shalatnya, begitu juga setiap orang yang melakukan ibadah akan kagum dengan amal ibadahnya kecuali mereka yang telah mendapatkan pertolongan Tuhan nya”.
Syekh ibn atthaillah berpesan; jangan sampai engkau bergembira setelah melakukan ketaatan yang berasal dari dirimu namun bergembiralah karena telah melakukan ketaatan yang berasal dari anugerah Tuhan mu.
Allah berfirman dalam Al Quran surat Yunus ayat 58; katakanlah dengan karunia dan rahmat Allah hendaknya mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang telah mereka kumpulkan.
Dengan kata lain amal yang sedikit yang ikhlas diterima Allah dengan penilauan yang lebih baik dari pada amal yang banyak namun karena sesuatu lain selain Allah.
Tulisan ini ter inspirasi setelah membaca al hikam karya syekh abu madyan dan melihat catatan lampau di blog ini.
Semoga Allah mengampuni jika ada tulisan yg tertulis karena syahwat dunia. Wahai diri ingatlah tulisan ini.