anatomi manusia bagian tiga “sesuatu yang belum dikenal”
sesuatu yang belum dikenal itu adalah dzur (benih) manusia, dzur adalah an nafs (jiwa) kita yang dahulu melakukan persaksian/perjanjian (sumpah keesaan yang pertama) dengan Allah swt.
An Nass (manusia) itu adalah rangkaian antara dua dimensi, dimensi ruhiyah dan dimensi jasadiyah.
Ruhiyah manusia terdiri atas An Nafs/ nafsa/ jiwa, Qulb/qolbu/hati, aql/akal/iman dan ruh ammr robbi
Jasadiyah manusia terdiri atas jasad tubuh manusia, pikir (otak), dan nafsu syahwat.
Saat dahulu dalam alam azali dimana disaat itu yang terwujud dari manusia adalah dalam dimensi ruhiyah, yang terwujud adalah nafs (jiwa), nafs yang melakukan persaksian ini adalah ruh yang terbungkus dengan jiwa.
Nafs ini telah hidup dan kemudian sesaat setelah persaksian itu terikrar maka Allah jadikan kembali nafs ini menjadi anak keturunan nabi Adam (dan sesuai dengan sunatulloh) maka nafs ini masuk kedalam darah daging Adam as, dan berbentuk serupa sperma manusia.
Namun tidak berarti nafs itu adalah sperma, berjuta sperma terpancarkan dalam satu hubungan biologis namun yang dibutuhkan dan yang hidup hanya satu yang mampu membuahi sel telur dalam ovarium.
Secara hukum alam – sunatulloh itulah proses biologis manusia, dan itu pula awal mula proses dikenalnya nafsa menjadi seorang insan.
Nafs harus menjalani proses ini dan merasakan hidup atau tinggal didunia sebab dunia ini telah Allah swt ciptakan untuk manusia, karena manusia adalah seorang khalifatulloh dimuka bumi-nya Allah ini.
Dunia adalah tempat ujian benar tidaknya kesungguhan seorang insan dalam perjanjian yang pertama. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?” QS. 29 ayat 2.
Dalam kitabnya al-Tanwir fi isqath al-Tabdir, imam Ibn Athaillah menulis catatan; Allah swt. telah membuat perjanjian dengan seluruh hamba untuk tidak ikut mengatur bersama-Nya lewat firman-Nya, Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” QS. 7 ayat 162
Pengakuan bahwa Dia adalah Tuhan mereka meniscayakan sikap pasrah sepenuhnya dan tidak ingin ikut mengatur bersama-Nya. Itulah akad perjanjian yang pertama yang diucapkannya sebelum ia menjadi nafs-yang selalu risau dan ingin ikut mengatur bersama Allah swt. – keadaan pertama saat dzur melakukan akad perjanjian tersebut dengan Allah swt. adalah keadaan dimana kita pada saat itu tiada terhijab dan dekat dengan Allah swt. – karena itulah kemudian Ibn Athaillah melanjutkan, seandainya hamba tetap berada dalam kodisi pertama yang tak terhijab dan dekat dengan Allah swt. tentu dia tidak ingin ikut mengatur bersama Allah swt.
Inilah fase dimana manusia saat itu adalah sesuatu yang belum dikenal, dzur kita adalah nafs.
Qodho dan Qodar ; Pilihan – Bag ke-2.
Qodho dan Qodar ; Pilihan – Bag ke-2.
Suatu ketika saya berbicara dengan seorang teman, kemudian dia mengajukan sebuah pertanyaan, ” kalau seseorang itu sakit terus dia pergi kedokter yang menyembuhkan dia siapa mas?”
Saya jawab “Yang menyembuhkan ya Allah, dokter hanya sebagai mediator saja (sunatulloh)”,
namun dia menimpali kembali jawaban saya,
“oh maksud saya bukan langsung menuju Tuhan-nya, memang yang menyembuhkan Tuhan, maksud saya antara diri dia sendiri dengan dokter yang menyembuhkan sakit dia itu siapa?”,
” lalu siapa?” jawab saya.
“Diri kita sendiri mas, sakit apapun itu dan sudah pergi ke dokter manapun itu lalu sama dokter dia sudah diberi obat yang paling mujarab kalau diri kita sendiri gak berusaha bangkit untuk sembuh dan meminum obat yang dokter berikan ya tidak akan sembuhlah diri kita, betul tidak mas?,
“iya betul sih yang anda sampaikan”, sejenak saya teringat dengan firman Allah swt berikut ini “…….. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Dalam ayat ini terlihat jelas bahwa Allah menginginkan kita aktif bukan pasif dalam mengarungi samudra kehidupan.
Jika ingin kaya maka keluarlah dan jemputlah rezeki yang telah Allah tetapkan untuk diri kita bukan pasif berdiam diri, setiap manusia diciptakan dengan kemampuan yang hebat dan mengagumkan dari Allah swt., namun justru kita sendirilah yang menjadikan diri kita kerdil tak berdaya dengan keadaan.
Qodho (takdir) Allah berjalan dalam rel sunahtullah, setiap yang kita pikirkan, putuskan dan kerjakan pada detik ini berakibat pada rentetan rel cerita kita dimasa depan, analoginya adalah seperti saat kita sedang membaca cerita detektif yang pada akhir satu halaman ada pertanyaan yang harus kita jawab untuk menentukan halaman selanjutnya yang harus kita baca, semisal kita jawab “A” maka kita harus buka hal. 25 namun bila kita jawab “B” maka kita harus membuka hal. 30, seperti itulah lompatan qodar Allah dalam setiap putusan yang kita buat.
Kesimpulannya setiap berada dalam suatu keadaan adalah wajib didahului dengan adanya ikhtiar dari manusia, namun bukan berarti ikhtiar itulah yang menentukan keberhasilan (kaya, sembuh, sukses ujian dsb) ataupun yang menentukan kegagalan (miskin, sakit, dsb).
Keberhasilan maupun kegagalan telah Allah tetapkan dalam setiap garis takdir yang tersimpan didalam kitab lauhul mafudz, hal ini patut kita sadari seperti dalam firman Allah berikut ini; Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. QS. AL Hadiid ayat 22
Mari kita perhatikan ayat diatas, Nampak begitu jelas sekali bahwa semua itu adalah asalnya dari Allah swt., keberhasilan adalah dari Allah swt., begitu pula kegagalan (qodar yang buruk) sejatinya juga terjadi atas ijabah dari Allah swt. Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu., namun kegagalan (qodar) buruk itupun karena kesalahan kita (manusia) untuk memilih jalan yang telah Allah pilihkan untuk kita.
Allah tidak pernah mendholimi mahkluk-Nya tapi mahkluk-Nya lah (manusia) yang kebanyakan mendholimi dirinya sendiri, hal ini sejatinya telah Allah terangkan dalam firman-Nya;”Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan, QS. 90 ayat 10, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. QS. 91 ayat 7 dan 8.”
Dua jalan itu adalah kefasikan dan ketakwaan, fasik (buruk) dan takwa (baik) adalah dua hal yang berbeda dan bertolak belakang, seperti Hitam dan Putih kedua jalan ini telah Allah swt ilhamkan (turunkan pengetahuan kebaikan ini) kepada An Nafs manusia.
Ketakwaan bermula dari Iman yang telah Allah swt tanamkan dalam dada manusia sebagai konsekuensi perjanjian awal manusia dengan Allah swt mengenai ke-Esa’an Dzat-Nya.
Sedangkan kefasikan adalah berasal dari syhawat (hawa nafsu) manusia yang Allah swt juga tanamkan, namun dalam wadah yang berbeda, Nafsu Allah swt tanamkan dalam tubuh anak Adam.
Pada akhirnya yang memilih kedua jalan tersebut adalah An Nafs manusia yang telah mencapai kesadaran ilahiyah – kesadaran yang diliputi ilmu (rahmad) dari Allah untuk membedakan (furqon) antara keputusan (kehendak) Allah swt dan keputusan (kehendak) hawa nafsu-nya sendiri.
Bagaimana An nafs itu dapat mencapai kesadaran ilahiyah, karena An Nafs itu sendiri mau untuk membuka lapang cakrawala pikirannya, proses dia berpikir bukan hanya sekedar pikir namun prosesnya melalui tahapan tadzabur, tafakur dan taqilun.
Dia mau berubah, metamorphosis melepas kesadaran dirinya (ego) menuju aku tidak punya apa-apa – aku adalah milik Allah, karena itulah Allah memberikan suntikan ilham kepada hatinya, sebuah ilham menuju jalan kebenaran.
Qodho dan Qodar; PENA Bag ke 1
Qodho dan Qodar; PENA Bag ke 1.
Awal mula berawal dari firman Allah dalam surat Al Qashash ayat 68, “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” Allah swt yang telah menciptakan semesta raya ini dan dengan segala macam mahkluk berada didalamnya, lalu Allah jugalah yang memilihkan jalan masing-masing mahkluk dan alam semesta dalam setiap garis orbitnya (atau kita kenal juga sebagai takdir – Qodho Allah).
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. QS. AL Hadiid ayat 22
Dalam riwayat israiliyat (bani israil), Allah swt pertama kali menciptakan makhluk yang bernama pena dan Dia dengan segala kemuliaan Kekuasaan-Nya dan keluasan Ilmu-Nya memerintahkan kepada pena untuk menuliskan setiap kejadian yang menimpa (terjadi) pada alam semesta dan beserta mahkluk didalamnya, dan pena menuliskannya dengan detil setiap kejadian tersebut dan kemudian Allah swt menyimpan setiap detil kejadian tersebut dalam lembaran-lembaran pada kitab Lauhul Mafuzh.
Dan pada suatu kurun masa (pada saat-nya) kejadian tersebut harus terjadi maka terjadilah kejadian tersebut pada alam semesta maupun pada mahkluk ciptaan Allah swt.
Sesungguhnya pena adalah menuliskan apa yang Allah swt ilhamkan padanya untuk ditulis, pena bukan menulis atas keinginan dirinya sendiri, pena menulis atas iradat Allah azza wajalla.
Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjianmu jika kamu adalah orang-orang yang beriman. QS. AL Hadiid ayat 8
Perjanjian ini adalah saat awal persaksian (musyahadah)dzur manusia dengan Allah swt. Sebelum Dzur Manusia dilahirkan kealam dunia sebagai anak keturunan (bani) Adam as., dzur manusia ini adalah An Nafs (jiwa) kita. Inilah kesadaran supra manusia yang harus kita miliki kembali, bahwa sebenarnya manusia bukan berhenti sebatas jasad wadag ini, namun kita adalah yang jauh berada bukan didalam dan bukan pula diluar jasad, dan An Nafs inilah yang seharusnya mampu untuk menimang segala macam pilihan yang harus dihadapinya dalam keseharian hidupnya.
Dalam satu hadits Qudsi, Allah swt. Menjelaskan tentang penciptaan anak Adam;
“Umar berkata, “aku pernah mendengar Rasullulloh saw brsabda; “sesungguhnya Allah swt. menciptakan Adam. Kemudian Dia mengusap punggung Nabi Adam yang sebelah kanan, sehingga keluar dari punggung itu keturunannya, Allah swt . berkata, ‘Aku ciptakan mereka untuk surga dan dengan perbuatan ahli surga yang mereka kerjakan.’ Kemudian Dia mengusap lagi punggung Nabi Adam, sehingga keluar dari punggung Nabi Adam keturunannya. Allah swt. berkata, ‘Saya ciptakan mereka sebagai penghuni neraka dan dengan perbuatan ahli neraka yang mereka kerjakan.’ Salah seorang sahabat bertanya, ‘wahai Rasullulloh, apa yang dimaksud dengan perbuatan?’ Rasullulloh saw menjawab, ‘Apabila Allah swt. menciptakan hamba-Nya untuk menjadi ahli surga, niscaya Dia akan memberinya amalan untuk penghuni surga hingga ia mati dalam keadaan mengamalkan pekerjaan penghuni surga, kemudian Allah memasukannya kedalam surga. Dan jika Dia menciptakan hamba-Nya sebagai ahli neraka, niscaya Dia akan memberinya amalan penghuni neraka hingga ia mati dalam keadaan mengamalkan pekerjaan penghuni neraka, kemudian Allah memasukan ia kedalam neraka.” (HR Imam Malik; hadits sahih).
Dalam riwayat lebih lanjut dari bani israil, dikisahkan pada saat itu Allah mengusap punggung Adam as. dan berguguranlah turunan anak Adam lalu sebagian dari mereka (dengan tanpa digiring) berjalan memasuki surga Allah swt, dan sebagian dari mereka (dengan tanpa dipaksa) memasuki neraka Allah swt., sesuai dengan yang telah difirmankan Allah swt dalam hadits qudsi diatas bahwa Allah swt . berkata, ‘Aku ciptakan mereka untuk surga dan dengan perbuatan ahli surga yang mereka kerjakan.’ Kemudian Dia mengusap lagi punggung Nabi Adam, sehingga keluar dari punggung Nabi Adam keturunannya. Allah swt. berkata, ‘Saya ciptakan mereka sebagai penghuni neraka dan dengan perbuatan ahli neraka yang mereka kerjakan.’ Kemudian nabi Adam as. bertanya kepada Allah swt tentang kebijaksanaan Allah swt. Tersebut – sehingga Allah (dengan segala keagungan ilmu-Nya) Mengambil persaksian bani Adam yang Allah swt abadikan dalam firman-Nya; Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu? Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (QS. 7 ayat 172 – 174)
Mengapa Allah swt pada saat pengusapan tersebut harus menetapkan sebagian masuk surga dan sebagian masuk neraka?
lama saya bertanya-tanya hal ini pada Allah swt., dan lama juga Allah membuka jawaban puzzle pertanyaan ini, sedikit demi sedikit. Seperti yang saya tulis pada pembukaan diatas semua berawal dari firman Allah swt; “Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).” Pada saat awal mula inilah pena (dengan suntikan inspirasi dari Allah swt) telah menuliskan takdir semesta alam dan seluruh mahkluk hidup didalamnya yang tersimpan dalam lauhul mafudz.
Pada saat persaksian yang pertama, dalam lauhul mafudz telah tertulis kejadian ini – analoginya pernakah anda menonton film “back to the future”, analoginya hampir seperti itu. jadi pada saat Allah berfirman “Kun” (dengan usapan tangan Allah pada punggung Adam as.) dan terjadilah guguran benih manusia, benih-benih tersebut telah memiliki syahwat (kehendak) untuk memilih.
Melampaui kejadian pada saat itu, jauh dari masa itu yaitu ada dimasa dunia benih manusia itu tumbuh menjadi manusia dan membawa syahwat untuk ditundukkannya, namun kebanyakan yang terjadi adalah manusia tidak mampu menundukan syahwat ini dan terseret kedalam perbuatan dosa, karena itulah ketetapan Allah adalah menetapkan sebagian dari dzur manusia berjalan memasuki surga dan sebagian lagi berjalan memasuki neraka, semua itu ditetapkan pada kali pertama persaksian, namun yang menjalankan dan membuat pilihan adalah (ternyata) manusia itu sendiri.
PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Saya dapatkan email ini tadi pagi dari teman saya dan saya pikir, saya harus memuat email ini dalam blog saya, karena email ini menggugah hati saya (dan mungkin anda).
PIDATO ANAK 12 TH YANG MEMBUNGKAM PARA PEMIMPIN DUNIA DI PBB
Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki,
seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental
Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri
untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah
lingkungan. Mereka diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB,
dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah
pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa
pemimpin dunia terkemuka.
Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga
bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai
ruang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan
tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.
Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental
Children Organization, kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri.
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga.
Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum
atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia
yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa
tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker, dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu
persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar
binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan
burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal
tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini
ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap
bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua
pemecahannya.
Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki
semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa
anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai
asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota
perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah
ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi
- dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua
adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih
dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita
semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu
untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak
ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan. Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan
dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda,
komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: ” Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia
sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan
yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari
anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak
yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau
pengemis di India .
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua
uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat
kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa
indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk
berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan
orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang
kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda
melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah
yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua
seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan
mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang
terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari
segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut
kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda
semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena
perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”.
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya
menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.
***********
Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi
PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya
dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang
yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan
yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu.
Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya:
” Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri
karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan
isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju
berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato.
Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh
asisten saya kemarin. Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak
yang berusia 12 tahun “
———— ——— ——— ——— ——— ———
——— ——— ——
*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan
untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan,
tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa
bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang
membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran
dunia.
Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam). QS. 13 ayat 25
Tidak Mengapa Kita Pernah Salah
Apakah salah pernah berbuat salah ?, Allah pun terkadang mengijabahi hamba-Nya yang Dia cintai tersungkur bergelimang dosa untuk kali pertama, walaupun Dia tidak pernah berkehendak keburukan dan kehancuran pada hamba-hamba Nya.
Terkadang tirai Ego kita begitu besar dan dengan sedikit ibadah kita sudah merasa paling benar dan paling suci, sehingga membutakan mata hati kita dalam perjalanan menuju Allah swt.
Satu-satunya obat adalah dengan jatuh tersungkur dalam lembah dosa, lalu dengan segera Allah memperingatkan kita saat kita sudah jatuh dengan musibah-musibah yang datang bertubi menimpa, sehingga akan terbuka kembali mata hati kita bahwa kita jauh masih lemah dan belum suci dari nista.
Apakah salah pernah berbuat dosa? tidak, bahkan Allah adalah maha pemurah dalam ampunan-Nya.
kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS. 25 ayat 70
Relativitas Ilmu
Dalam mempelajari ilmu semakin lama semakin tahu semakin berkembang dan saya semakin tidak tahu… terkadang saya melihat apa yang saya lihat dilihat orang lain dari satu sisi lain dari cermin yang sama, saya tidak bisa menyatakan saya yang benar karena saya melihat yang saya lihat sama dengan yang dia lihat namun berbeda cara pandangnya saja.
Belajar Dari Ayat-Ayat Allah Yang Ada di Alam
Haa Miim, Kitab (ini) diturunkan dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptakan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini, dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah yang Kami membacakannya kepadamu dengan sebenarnya; maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan keterangan-keterangan-Nya.(QS. Al Jaatsiyah ayat 1-6)
Beberapa hari yang lalu, perjalanan KRL mengalami gangguan lagi dan terjadi keterlambatan hingga saya sampai stasiun Citayam pukul 18.20 wib.
Hujan kembali menguyur begitu saya keluar dari gerbong KRL, dahulu sering kali saya berkeluh kesah disaat turun dari kereta yang terlambat dan tiba-tiba hujan datang menguyur sehingga membuat saya harus menepi, lalu mengerutu dan protes kepada Allah (meskipun protes itu dipanjatkan dalam alunan doa).
Kenapa Hujan harus datang menguyur bumi saat saya belum sampai rumah?, sering kali saya berdoa dan menengadah kelangit melihat mendung hitam tebal masih mengantung dan butiran air turun darinya. “Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahim, aku tahu bahwa hujan ini adalah rahmad Mu Ya Allah, tapi aku belum sampai kerumah, perkenankanlah agar hujan ini berhenti (reda) sementara waktu hingga hamba sampai rumah, kumohon ya Allah?!” dan seringkali Allah swt menjawab langsung doa saya bukan dengan mereda (berhentinya hujan) namun dengan suara dan kilatan cahaya petir dan halilintar, lalu Allah perintahkan awan mendung itu untuk semakin mencurahkan guyuran air hujan semakin deras dari langit.
Seringkali kejadian tersebut terulang dan hampir pasti jawaban dari Allah swt atas permintaan saya adalah tidak!, dan saya pun semakin bertanya-tanya apakah yang salah dengan doa saya? Kenapa Allah swt tidak mengabulan doa saya?
Kemudian hingga suatu hari saya terjebak kembali dalam hujan deras, pada saat itu saya lupa tidak membawa paying ataupun mantel hujan, baju sudah basah separuh terkena butiran air yang ter-tiup angin saat hujan, kurang lebih 15 menit lagi magrib tiba, sedang baju saya sudah tidak layak untuk menegakan shalat, (saat itu) dengan terpaksa saya menunggu sambil tidak berhenti berharap pada Allah untuk meredakan hujan-Nya.
Tiba-tiba dalam duduk saya seperti sedang diberi pelajaran melalui ayat-ayat kauniah-Nya (melalui kehidupan nyata dialam ini), Butiran air hujan itupun bertasbih pada Allah, “Maha suci Engkau, Engkaulah yang memberikan rezeki pada mahkluk-Mu. Allah swt melalui butiran air hujan tersebut memberikan rezeki kepada mahkluk-mahkluk Nya (terutama manusia ; hamba-hamba Nya). Dalam deras hujan mata saya dituntun untuk memperhatikan bagaimana anak-anak kecil pengojek paying berebut mengais rezeki dalam deras hujan tersebut, sumingrah senyum bahagia mereka seolah berharap semakin banyak penumpang yang memanggil jasa mereka.
Tidak jauh dari tempat saya terduduk saya perhatikan sebagian penumpang yang sama-sama terjebak hujan dengan saya sedang asyik menikmati semangkuk wedang ronde hangat, dan saya lihat betapa bapak tukang ronde tersebut begitu sibuk melayani penumpang-penumpang lainnya.
Ditempat lainnya saya perhatikan ibu tukang kue dan lauk-pauk (makanan matang) pun tak kalah repotnya kebagian rezeki, sibuk melayani penumpang-penumpang kereta yang lainnya.
Tukang rokok laris dipanggil sebagian penumpang pria, yang merasa asyik dan nikmat menghisap sebatang rokok dikala hawa dingin dalam deras hujan.
saya terpekur disana, ditempat duduk saya, diam dan merasa begitu kecil. Saya merasa bersalah karena dalam doa (yang kemarin-kemarin hari) yang saya pinta, begitu kurang ajar dan tidak sopan meminta Allah menghentikan rahmad-Nya yang begitu agung hanya untuk kepentingan pribadi saya, duh…saya malu kalau merasa diri ini telah berhasil melepas “EGO”, ternyata hujan menyadarkan saya bahwa saya masih jauh dari maqom tersebut.
“Tilka Ayatun”, itulah ayat-ayat yang nyata yang (juga) terdapat di alam semesta dan dalam diri orang-orang beriman.
jika saja kita mau diam dan mendengarkan maka disinilah Allah menampakan kebesaran dan keagungan Dzat-Nya, dan Dia (seolah-olah) mengajak berbicara (dialog) dengan kita melalui ayat-ayat Nya yang nyata ini.

DISKUSI KITA